Kamis, 11 Juni 2015

Dia

Diamku sejenak
Rintik hujan ini seolah berbicara
Ya, ia membawaku pada satu masa
membimbing angan untuk kembali ke tempat persinggahan
Sunyi
Ku pejamkan mata
Jiwaku tak terlepas raga pun melakukan hal yang sama
Nada, nada jatuhnya yang kurasakan
Begitu mendalam membuaiku dalam ketenangan
Hujan datang dengan ragam ceritanya
Dia badai, dia rintik, dia deras
Rintik yang ku suka
Entah mengapa tapi ku nikmati berjalan di bawahnya
Badai kadang mengkhawatirkanku
Deras selalu meluluhkan
Tapi semua telah berjalan pada jalurnya
Pada realita yang telah di gariskan atasnya
Hujan telah memiliki porsi sendiri yang akan membuatnya selalu terkenang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar