Di penghujung hari akankah tetap sama, semua cerita yang tiada pernah kita ungkapkan, dimana kau dan aku sama-sama membisu, membiarkan diri mematung sampai lumut subur menyelimuti bagian tubuh ini.
Mengapa semua terasa sama di kala aku mulai untuk menaruh rasa semua tiada berbeda, engkau yang disana entah akan bagaimana ku tak pernah tau tapi kita pernah ada, kau dan aku berdua bersembunyi dalam memori yang berbeda tetapi memiliki rasa yang sama, sebuah alunan melodi dengan ritme yang senada.
Aku tak tahu mengapa begini jadinya, ku coba mengatakannya pada angin supaya masuk celah jendela kamarmu, ia selalu kembali, kembali dengan ketiadaan, ku katakan dalam selembar kertas, ku hanyutkan dalam aliran sungai, tapi kau berada di hulu, suratku tak pernah sampai karena berakhir di muara, ku titipkan salam pada burung gereja ku mau ia hinggapi kediamanmu sekedar berkicau mesra, lebih mesra dari kicauanku dalam kesepian.
Merpati membawa rasa yang sama sampai akhir hayatnya, gajah mati kehilangan pasangannya, buaya, sebuah kata untuk para pengembara yang sesungguhnya hanya menetap di satu jiwa, selamanya, aku, aku tak tahu apa aku bisa, aku tak berharap untuk menjadi mereka, cintaku sama sampai batas waktu yang tak terkira, arloji rusak ini akan menjadi penanda dimana ku matikan waktu untuk sementara, sampai kau ada memberiku tenaga untuk mendetakkannya.
Aku bukan mereka yang pernah datang bertamu ke teras hatimu, ku tak pernah bermaksud menggantikan siapa-siapa, aku adalah aku yang mencintaimu dengan kekonsistenan nada, tiada ku beranjak bahkan ketika tak jelas kau suka nada yang mana, aku tak merubah nadaku, biarlah sumbang katanya, aku tak ragu karena aku, aku menjadi aku supaya kau menjadi kau, aku dan kau menjadi kita, dengan alunan nada yang berbeda tapi seirama.
Kemudian Dia yang menciptakan kita dengan perbedaan, dari situ ku mulai untuk memahami bahwa aku kurang, dan kau hadir sebagai pelengkap yang akan menjadikan kita satu. Tiada ku sampaikan resah ini karena sepi ku rasa, kau tahu aku, biarlah dulu tenggelam, tiada nelangsa karna ku rasa kita memiliki pandangan yang sama akan cinta.