Minggu, 19 April 2015

Kopi tuan

Kopi. Tuan boleh suka kopi padahal tuan pun tahu dia punya sisi pahit, tapi tuan mampu ingkari. Tuan menyukai kopi karena kopi hanyalah kopi dan tidak menjanjikan yang lain. Jika hanya mencari kafein, teh juga punya kafein. Karna kopi tetaplah kopi yang selalu mengingatkan tuan bahwa dari setiap kenikmatan terdapat kepahitan yang berjalan beriringan. Kopi sajikan realita dalam setiap tegukkannya, bahkan saat peracikan, setiap adukkan maupun juga kebul asapnya. Sesederhana kopi yang bisa membuat semua mata menyala tuan sajikan dalam penawaran yang tak seberapa. Mau kenikmatan? Ini kopi, tuan selalu bilang seperti itu.
Kopi, sebuah  cita rasa yang tuan tak bisa dustai. Sekarang, mari kita nikmati. Kopi.

Rabu, 15 April 2015

Harap

Hidup mengajarkan kita untuk mengambil sikap, paling tidak memilih ataupun di pilih. Dalam hal itu sama sekali tak ada ruang untuk keraguan.

Diperlukan pemimpin yang dapat memberi pemahaman, tidak hanya untuk memerintah melainkan mengayomi.

Diperlukan kebijakan untuk membuat pilihan, tidak hanya asal pilih dan kemudian terserah bagaimana takdir membawanya.

Sekali dalam satu masa kehidupan kita harus realistis dengan apa yang akan kita tuju, tentu usaha juga. Keraguan akan selalu ada untuk menjadi sandungan tapi tergantung bagaimana kita menyikapinya.

Tentunya akan selalu ada hasil dari setiap usaha. Tak di ragukan. Meski memang hasil pun tak menjamin bahagia.

Atas semua pengharapan terselip do'a. Sisanya adalah keberuntungan dan usaha.

Cukup hargai semua, kehidupan memberikan pelajaran yang tidak dapat di rasakan setiap manusia.  Setiap usaha begitupun kita memiliki pengharapan yang sama, do'a yang senada, keraguan yang selalu ada.

Usaha semampu-mampunya tapi jangan sekali-kali mengiba. Karna jawaban dari semuanya tidak selalu, ya, dan kita cukup melapangkan dada.

Selasa, 14 April 2015

Jiwa

Jika kemudian timbul rasa akankah ia mencabut semua kesepian, akankah ia mengobati semua luka.

Bukankah ini cuma persoalan ada atau tidak ada, saling melengkapi atau di lengkapi, genap menggenapi. Lalu apa istimewanya?

Kadang kita hanya menakuti ketiadaan padahal ada pun tak menjamin apa-apa. Subjektivitas menguasai hati dan hasilnya hanya luapan emosi.

Ragu pun seringkali melintasi karna melihat bagaimana reaksi. Stagnansi itu berarti mati dan ingatlah jantung pun memperlihatkan fluktuasi makanya ia hidup.

Tenang, memang permulaan sedikit sulit dan yakinlah belum pernah ada keberhasilan tanpa kehadiran halang rintangan.

Sabtu, 11 April 2015

Dalam Kata

Setiap satu yang hilang akan selalu tergantikan dengan satu yang baru, bukan  tentang bagaimana mengisi ruang kosong, tapi bagaimana menempatkan diri sehingga kemudian penuh dan di tutup tanpa celah.

Bukannya permulaan selalu indah, disaat sama-sama kosong dan membagi ruang, semua sekat terasa runtuh dan selalu ada upaya menerangi ketika lampunya perlahan pudur.

Apakah selalu benar jika kemudian ruang itu nyaman kemudian rasa jenuh akan menjelang, bukan soal warna ruang tersebut yang membosankan tapi akan selalu ada tempat yang lebih menggoda untuk di masuki.

Apakah segitu saja cinta, ketika terbebat  serta merta minta di ulur, ini soal nada. Nada tersatu menjadi sebuah simfoni. Awal memang selalu menyenangkan tapi bertahan adalah akhir yang menyejukkan.

Kamis, 02 April 2015

Me

Aku menyukainya tapi takkan ku tukar masa ini dengannya.
Bukannya aku tak memperjuangkannya. Aku hanya memilih mempersiapkan masa depanku untuknya daripada menukar masa ini untuk lelah terhadapnya.

Pohon hijau

Aku pohon hijau biasa
Desah akar selalu menguatkanku
Tapi tidak pada rantingku
Kadang angin menghembusnya patah

Aku kokoh saat terik
Senantiasa melindungimu dari sengat matahari
Kau singgah selalu
Dan aku tetap hasilkan nyamanmu

Ku naungi kau dalam rimbunku
Kau nikmati oksigenku
Tapi kau selalu pergi saat bulan menyapa
Kau tau karbonku akan menyakitimu

Terlalu

Kadang kita harus menyadari bahwa harus ada yang di perbaiki dari diri masing-masing. Terlalu obsesi, terlalu bergairah, terlalu aktif pun tidaklah selalu baik.
Karna yang terlalu juga akan menghasilkan terlalu.
Tahan diri agar tidak terlalu. Rasakan alunannya dan berjalanlah sesuai ritmenya.
Tapi tidak terlalu