Jika kemudian timbul rasa akankah ia mencabut semua kesepian, akankah ia mengobati semua luka.
Bukankah ini cuma persoalan ada atau tidak ada, saling melengkapi atau di lengkapi, genap menggenapi. Lalu apa istimewanya?
Kadang kita hanya menakuti ketiadaan padahal ada pun tak menjamin apa-apa. Subjektivitas menguasai hati dan hasilnya hanya luapan emosi.
Ragu pun seringkali melintasi karna melihat bagaimana reaksi. Stagnansi itu berarti mati dan ingatlah jantung pun memperlihatkan fluktuasi makanya ia hidup.
Tenang, memang permulaan sedikit sulit dan yakinlah belum pernah ada keberhasilan tanpa kehadiran halang rintangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar