Sejauh apapun kau pergi ke tengah laut, suatu saat ombak akan membawamu menepi. Tidak pun kau hendaki, gelombang itu akan selalu ada. Hembusan angin yang menciptakannya, begitupun gelombang seismik.
Lautan tak pernah kejam dia selalu tenang. Jika kemudian kau lihat ombak yang besar, itu adalah campur tangan angin. Bukankah kau pun menghendakinya? Mencarinya? Banyak darimu memanfaatkannya untuk kesenangan, berselancar seolah menaklukkan yang terbesar.
Hari lusa telah aku terima surat darimu. Helai kertas yang kau masukkan ke dalam sebuah botol. Ku baca surat itu, sudah ku balas. Melalui laut ku lemparkan dan berharap gelombang menepikannya padamu. Entah di pantai yang mana.
Sering ku coba untuk langsung menemuimu melintasi lautan biru. Sesering itu juga badai menghalangiku. Frekuensi ombak makin liar karnanya. Aku menunggu, hingga ia kembali reda.
Masih dalam benak ini. Jika aku tidak bisa menjadi pulaumu, biarkanlah aku menjadi laut yang akan senantiasa tenang sambil menepi perlahan bersama dengan gelombang ombak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar