Cinta itu abstrak bahkan disaat kita menggambarkannya seolah selalu saja ada kekurangan meskipun kita telah memperbaikinya berulang-ulang. Kenapa? Karena cinta itu tidak pasti, cinta antara pasangan insan tidak pernah pasti. Di kala yang satu memiliki kekurangan yang lainnya memiliki kelebihan dan melengkapi satu yang kekurangan tadi. Hitungan untuk ukuran cinta seseorang itu tidak pernah pasti. Banyak yang mengatakan cinta itu bagaikan kuku, meskipun terus di potong tapi nantinya pasti tumbuh kembali. Dari satu sisi ini dapat di asumsikan seberapa besarpun kita kecewa pada cinta tapi nanti cinta itu pasti kembali bersemi dan kita menerimanya. Di sisi yang lain untuk ukuran insan tidak selalu berjalan dengan teori kuku.Perhatian! memangnya seberapa kuat kita untuk bertahan? apa kita kuat dengan keadaan? apa kita akan berhenti mengeluhkan tentang kesialan yang seakan-akan selalu menghinggapi kita? mampukah kita berbesar hati?
Sebagian menjawab mampu dan lainnya ragu. Ragu akan dirinya, bahkan dia tidak pernah mempercayai apa yang hatinya rasakan karena tidak sinkron dengan apa yang di inginkan otaknya. Mereka lebih banyak berpaling dan menyesal pada akhirnya. Perasaan itu lebih kuat dan di dalamnya terdapat jawaban dari semua pertanyaan kita. Terkadang lebih banyak yang tidak sesuai dengan kehidupan kita dan pada akhirnya kita berpaling. Segala hal di ukur berdasarkan asumsi, begitu juga cinta. apakah mampu atau tidak? Jawabannya : kenapa tidak pernah kau lakukan meskipun sekali.
Cinta tidak berarti apa-apa jika tidak di ungkapkan, boleh jadi di antara mereka saling menyadarinya tapi bila tidak di ungkapkan apa gunanya? itu hanya akan menjadi lelucon yang nantinya membuat diri ini sangat menyesal. Ingat, waktu terus berjalan.... Sampai kapan harus memupuk pohon bahkan yang sudah berbuah sekalipun. Apa salahnya memetik satu buahnya?
Malu mengungkapkan lebih dulu? Jika mesin waktu itu ada kamulah yang pasti akan terus memutar waktu dan memperbaiki semua kesalahanmu di masa lalu. Dan jika itu terjadi,,, sampai kapan mau memutar waktu? apa kamu takut menghadapi kenyataan?
Bukan suatu kesalahan untuk memetik buah dari pohon yang bahkan kamu jaga dan pupuki sepanjang waktu. cobalah petik satu buahnya.
Kesalahankah? :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar